‘’Plak!!!’ tamparan ayah mendarat dipipi ibu yang tanpa ada rasa berdosa. icha terkejut mendengar suara yang terlontar dari bibir ayah.
‘’ mulai sekarang kita cerai!!’’ ujar ayah yang terdengar emosi tinggi. Segera icha berlari kekamar ayah dan ibunya.
‘’ayah icha mohon jangan bicara seperti itu, icha enggak mau kalau keluarga icha bercerai icha sayang ayah sama ibu, ayah icha mooohhhooonnn’’ icha tak tahan lagi menahan air mata yang ingin keluar. Icha berlutut dikaki ayahnya
‘’ayah icha mohon dengan ayah’’ ujar icha sambil tersedu-sedu dikaki ayah. Ayah tak menghiraukan icha dan ayah langsung meninggalkan kamar itu. Suara yang tadi heboh kini sunyi seperti dikuburan yang tak berpenghuni.
Icha terbangun dari tidurnya. Icha bersyukur tidak terjadi karena itu hanya mimpi buruk yang menghantui icha. Icha langsung kekamar mandi dan mengambil air wudhu untuk melakukan shalat tahajud. Icha berdoa kepada tuhan
Ya allah icha mohon semoga mimpi itu tidak menjadi kenyataan karena icha takut akan kehilangan ayah dan ibu yang icha sayangi. Icha sangat sangat sangat takut jika itu benar-benar menjadi kenyataan ya allah
Ayah mendengar doa icha kepada tuhan. air mata ayah menetes disudut pipinya. Icha menoleh kepada ayah. ayah membalas dengan senyuman dan melangkahkan kaki mendekati icha yang selesai shalat.
‘’ayah kenapa belum tidur?’’ ujar icha. Ayah lagi tersenyum melihat icha. Icha menceritakan mimpi buruk yang menghatuinya.
‘’icha takut yah kalau itu benar-benar terjadi karena icha sangat sayang sama ayah dan ibu, pokoknya icha gak mau!!’’ tanpa sadar icha mengeluarkan air mata
‘’ maafkan ayah nak tapi kemungkinan itu akan benar-benar terjadi ayah enggak tahan lagi dengan tingkah laku ibu, icha tau kan bahwa ibu ...’’ icha langsung memotong pembicaraan ayah dengan tangisan icha memohon agar itu tidak terjadi.
‘’icha dengarkan ayah nak, ibumu tidak mau dengan keadaan serba tidak berkecukupan kemarin iya kita serba ada tapi semenjak ayah pensiun dari polisi ibumu merasa serba kekurangan, ayah bersabar dengan semua itu dari gunjingan tetangga nak. Ayah cerita ini sama icha karena ayah anggap icha sudah besar dan dewasa. Ayah harap icha mengerti dengan keputusan ayah iya nak’’. Icha menangis tapi ayah memeluk icha dengan kasih sayang yang tulus.
‘’ichaaaaaa buka pintu nak ibu pulang’’ teriak ibu diluar rumah. Icha melepaskan pelukan dari ayah tapi ayah menahan icha. Jam menunjukkan pukul 02.45 WIB. Ayah membukakan pintu dan ayah melihat ibu membawa pria dengan pakaian rapi dan mewah. Ibu membawa tas besar yang isinya pakaian. Icha mencegah ibunya pergi.
‘’ibu jangan pergi icha mooohhhooonn buuu .. buuu.. buu jangan pergii’’ tangisan icha pecah tapi ibu hanya tersenyum. Ayah menahan icha agar tidak mengejar ibu.
‘’ icha dengar kata ayah, biarkan ibumu mencari kebahagian lain mungkin bersama dengan kita ibumu merasa tersiksa, mulai sekarang Cuma ada ayah sama icha. Ayah akan selalu menjaga icha sayang.’’ Ayah memeluk icha dengan erat, tangsian icha mulai mereda. Didalam hati icha berdoa ini hanya mimpi buruk tetapi adalah kenyataan terburuk dalam hidup icha.
Sinar matahari menembus tubuh icha yang tergulai lemas. Ayah mengetuk pintu kamar tapi enggak ada respon ayah masuk dengan sendiriny.
‘’anak ayah kok males-malesan, semangat icha sayang mana senyum untuk ayah’’ ayah menatap icha. Icha hanya bisa tersenyum simpuh karena icha tidak ingin keluarganya bercerai. Ayah tau perasaan icha yang sedang sedih karena ditinggalkan ibu pergi bersama laki-laki lain yang berpakaian rapi,berjas dan terlihat seperti orang kaya. Icha bangun dari tempat tidurnya dan langsung memeluk ayah.
‘’ayah icha janji tidak akan mengecawakan ayah’’. Ayah tersenyum puas mendengar kata yang keluar dari mulut putri kecilnya yang mulai tumbuh beranjak dewasa. Setelah ditinggal ibu pergi, icha diejek sama teman-temannya bahwa icha mempunyai ibu yang matre karena ibunya pergi sama laki-laki lain yang kaya raya daripada ayahnya. Setiap hari icha nangis dikamar tapi icha mulai belajar bersabar karena meskipun icha menangis setiap hari ibunya tak akan kembali lagi kerumah yang reot dari kayu yang mulai roboh. Ayah tau tentang perlakuan teman-teman kepada anaknya. Ayah berusaha keras untuk mencari pekerjaan sebagai buruh pabrik meski upahnya tidak seberapa. Ayah selalu menyisihkan uangnya untuk memperbaiki rumah reot dari kayu tua yang akan roboh.
Ayah selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan icha yang ingin menyambung sekolah yang jenjang yang lebih tinggi yaitu SMA. Icha anak dari pasangan Bapak Hasan dan Ibu Lestari. Waktu kecil icha sangat bahagia karena icha anak tunggal dari pasangan suami-istri tersebut. Tetapi semenjak ayah icha pensiun dari polisi keadaan keluarganya berubah karena ibunya tidak bisa menerima keadaan yang sekarang. Demi memenuhi kebutuhan hidup ibunya selingkuh dengan pria berdasi.
Setalah kejadian itu ibu meninggalkan icha lebih dari 2 tahun kini icha tumbuh seperti gadis remaja yang seusianya. Tumbuh dengan sosok yang cantik,tinggi,putih. ayah tersenyum melihat perkembangan putrinya. Icha
‘’ Sekarang putri ayah sudah besar, dulu waktu icha masih kecil kalau ayah mau bekerja icha selalu minta dimandiin sama ayah kalau enggak icha akan nangis dan tidak mau pergi sekolah, icha juga bilang bahwa ayah jahat enggak mau mandiin icha’’ senyum ayah kepada icha terlihat sangat ikhlas dan tulus
‘’makasih ayah selama ini telah mendidik icha dengan tulus hati ayah. Ayah boleh enggak icha nanya sama ayah ?’’ ujar icha ingin menanyakan sesuatu hal kepada ayahnya yang selama ini icha pendam karena takut ayah marah.
‘’ iya sayang boleh, emangnya icha mau nanya apa sama ayah?’’ tanya ayah yang kelihatan bingung melihat anak kesayangan tersebut.
‘’ Bagaimana kalau ayah sama ibu rujuk kembali, icha ingin sekali keluega kita kumpul lagi ayah ‘’. Icha hanya bisa menatap ayah dalam karena ayah hanya bisa tersenyum seperti biasa.
‘’ icha bukan ayah enggak mau rujuk kembali sama ibumu tapi ayah hanya ingin fokus pada anak ayah ini, ayah ingin membesarkan icha dengan kasih sayang meskipun ayah bukan sosok ibu yang seutuhnya tapi ayah akan menjadi ibu sekaligus ayah bagi icha. Nak hanya icha harta yang paling berharta bagi ayah. Maafkan ayah nak tidak bisa rujuk kembali sama ibumu karena ayah tidak mau mengulang untuk kedua kalinya disakiti oleh ibumu nak, ayah ingin menghabiskan waktu bersama icha anak ayah paling berharga melebihi harta.’’ Ujar ayah yang hampir meneteskan air mata yang ingin keluar dari sudut pipi ayah.
Icha menerima surat dari pak pos ternyata hal tak diduga icha selama beberapa tahun yang mengirimkan suratnya yaitu seorang ibu yang telah lama meninggalkan icha dan ayah. Jantung icha berdegup kencang icha perlahan membuka surat dari ibunya itu
Untuk icha anak ibu tersayang
Icha anak ibu apa kabar disana? Ibu sangat merindukan icha. Nak maafkan ibu telah meninggalkan icha dan ayah. Ibu mengaku ibu salah telah meninggalkan icha, sekarang pasti icha sudah besar dan tumbuh menjadi sosok gadis remaja yang cantik,tinggi dan menawan. Ibu yakin cantik icha sekarang secantik ibu waktu muda dulu. Nak ibu sangat menyesal sekali atas perbuatan yang ibu lakukan itu. Ibu terlalu egois dan mementingkan diri ibu sendiri. Nak ternyata lekaki yang ibu pilih kemarin tidak sebaik yang ibu kira lelaki itu lebih baik dan pengertian sama ibu tapi itu semua terbalik dengan pemikiran ibu. Lelaki sering sekali pulang malam, mabuk-mabukan, main perempuan, dan sering memukuli ibu setiap hari tanpa sebab. Maaf ibu curhat kepada icha. Sebenarny ibu sudaah lama ingin mengirim surat kepada icah ta[i ibu takut kalau icha masih marah dengan ibu karena ibu meninggalkan icha, mungkin setelah icha baca surat ini ibu tidak ada lagi didunia ini karena ibu mempunyai penyakit kanker otak sudah stadium akhir. Ibu menulis surat ini 3 bulan yang lalu pada saat ibu dirumah sakit dan ibu mengalami koma selama 3 hari. Maafkan ibu nak atas kebodohan yang pernah ibu lakukan. Satu hal yang perlu icha tau ibu sangat sayang sama anak ibu yaitu ICHA.
Love icha anak ibu.
Icha langsung mencari ayahnya dan memberitahu bahwa ibu telah meninggal. Ayah terkejut mendengar berita itu. Ayah dan icha bergegas kemakam tempat ibu dikuburkan. Semenjak ditinggal ibu, icha berusaha untuk tegar menghadapi semuanya. Kini usia ayah semakin tua dan lemah. Setelah tamat dari SMA icha melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia Fakultas Psikologi. icha berjanji akan menjaga ayah sampai ayah menutup mata.
karya : Neneng Lidya Damayanti
karya : Neneng Lidya Damayanti
